messy hair and glasses on
They two were stil sitting on the dining table. Ale mainin hp nya, sekedar scroll tiktok, sedangkan lelaki dua puluh tahun bernama Brandon di depannya serius menyimak penjelasan dosen. Ya jujur saja, sesekali Ale mencuri pandang melihat ke arahnya. He looked so attractive with that messy hair and his glasses on. Sesekali Brandon menyisir rambutnya kebelakang menggunakan tangannya, membuatnya seribu kali lebih tampan.
“oh my god, why is it taking so long” Brandon meregangkan otot tangannya. Ale langsung mengalihkan pandangannya dari Brandon agar tidak ketahuan.
“yes sir?” Brandon dipanggil oleh dosennya, membuat dirinya kembali berfokus ke layar laptopnya.
“ah okay, i'll check it twice after this” Brandon menghela nafas, lalu mengecek apa yang dilakukan Ale di depannya.
“does he speak with british accent?” tanya Ale sambil menunjuk laptop Brandon.
“iya, kedengeran banget ya bedanya?”
“banget, cepet lagi ngomongnya”
Brandon tersenyum tipis lalu menopang dagunya menghadap ke layar laptopnya lagi, “iya, i must take a lot of notes kalo lagi kelasnya dia”
“yaudah nyimak aja dulu, gue ke kamar bentar ya kak” Ale beranjak dari tempat duduk nya lalu bersin. Kepalanya masih sakit, jadi Ia memilih untuk tiduran di kasur.
“okay”
Semalam Ia baru bisa tidur jam dua dinihari, bangun dengan sakit kepala dan pilek. Tampaknya Ale masih jetlag mengingat ia baru tinggal tiga hari di New York.
Ale mengeluarkan gelas minum yang dibawanya ke kamar kemarin malam lalu berjalan ke pantry untuk mencuci piring, Ia melihat Brandon menutup laptopnya.
“is the class over?”
“yup, two hours feels like a day” Brandon melepaskan kacamatanya, dan lagi lagi mengacak acak rambutnya, “let me help you wash the dishes” Brandon berjalan menyusul Ale.
“tolong taruh di lemari atas ya kak, gue ngga nyampe” Ale memberikan beberapa buah piring agar Brandon bisa menaruhnya di lemari diatas kepalanya.
“disini?”
“yes, thankyou”
Lengan mereka tidak sengaja bersentuhan, “wait, kok anget tangan lo?” tanya Brandon.
“i think i had fever deh, but it's okat ntar tidur juga sembuh”
“wait wait” Brandon menata gelas didepannya dengan cepat lalu berjalan menuju ke tas nya di atas kursi meja makan, “i think i have a medicine for fever inside my bag” Ia mengambil strip obat, membukanya, dan kembali menghampiri Ale.
“nih Le, lo minum” Ale menerima kapsul obat berwarna putih tersebut dari Brandon.
“thankyou, kak”
Brandon mengacungkan jempolnya sambil tersenyum, “i'll go back home ya Le, my next class starts in twenty minutes”
“thanks for the breakfast too” Brandon menenteng tasnya lalu berjalan menuju pintu yang diikuti oleh Ale.
“no problem kak Brandon, thankyou juga hotpack sama obat nya” Ale berdiri depan rak sepatu, melambaikan tangan kepada Brandon.
“sure, get well soon ya Ale”